Museum Biologi

museum-biologi

Untuk mengenal dunia flora dan fauna secara mendalam, Anda dapat mengunjungi museum ini. Anda dapat menjumpai beragam flora-fauna yang ada di Indonesia. Komodo, ular pyton, harimau, kaswari, beragam jenis unggas, dan binatang lain dapat Anda saksikan di museum ini. Selain binatang yang diawetkan, koleksi tumbuhan yang diawetkan juga dipamerkan.

Museum Biologi UGM ingin mengajak Anda untuk turut dalam konservasi alam sehingga sumber daya alam dapat dipergunakan semaksimal mungkin sampai generasi mendatang. Anda juga diajak untuk lebih mencintai alam Indonesia yang kaya.

Museum Biologi UGM mulai dibuka untuk umum sejak 1 Januari 1970. Tahun 1969 – 2001, pengelolaan Museum Biologi ini berada di bawah tanggung jawab Drs. Anthon Sukahar sebagai ketua tim pelaksana sekaligus Direktur Museum yang pertama.

Koleksi Museum Biologi UGM ini adalah berbagai macam flora dan fauna yang diawetkan. Koleksi tersebut adalah sebagai berikut :

  • 3.752 buah koleksi herbarium (awetan) dalam bentuk herbarium kering, herbarium basah, kerangka, serta fosil.
  • 70% merupakan preparat tanaman
  • 30% lainnya berupa preparat hewan.

Koleksi yang didapat museum ini sebagian besar berasal dari Indonesia, sedangkan sisanya berasal dari luar negeri yang merupakan sumbangan dari para peneliti, dosen, maupun masyarakat. Beberapa koleksi merupakan koleksi binatang langka yang wajib dilindungi, misalnya komodo, harimau, beruang madu, trenggiling, burung cendrawasih, dan buaya putih. Untuk koleksi tumbuhannya meliputi koleksi tumbuhan rendah (Cryptogamae) sampai dengan koleksi tumbuhan tinggi (Spermatophyta) yang diawetkan dalam bentuk herbarium kering (1672 species dari 180 familia) dan herbarium basah (350 buah).

Perawatan yang dilakukan terhadap koleksi museum ini, khususnya untuk koleksi fauna, adalah dengan memasukkan awetan fauna-fauna tersebut ke dalam freezer selama dua kali dalam satu kali perawatan. Tujuannya adalah untuk membunuh telur serangga yang kemungkinan menempel pada awetan tersebut. Bisa juga perawatan tersebut dilakukan dengan melakukan radiasi terhadap awetan untuk membunuh telur serangga yang menempel pada awetan. Perawatan ini biasanya dilakukan satu kali dalam setahun.

Di museum Biologi dapat dijumpai pula beberapa kotak diorama. Di dalam setiap kotak diorama terdapat satu jenis atau sekelompok hewan yang berlatar belakang habitat mereka yang diilustrasikan pada gambar tiga dimensi. Dengan melihat diorama ini maka dapat dibayangkan kehidupan nyata dan habitat hewan-hewan tersebut.

Selain koleksi awetan hewan dan tumbuhan, terdapat pula ruang display untuk pengamatan mikroskopis. Sebagai sebuah museum yang mengkhususkan dalam bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan, serta merupakan salah satu tujuan wisata, maka Museum Biologi UGM bertujuan untuk :

  • menyimpan koleksi hayati untuk keperluan pendidikan
  • menyelenggarakan peragaan ilmiah
  • mengadakan pameran untuk umum sebagai sarana pengabdian masyarakat
  • sebagai sumber informasi keanekaragaman hayati
  • sebagai media pembelajaran keanekaragaman hayati dan konservasi

Jam Buka Museum

  • Senin – Kamis                                            :   07.30 – 16.00
  • Jumat                                                           :   07.30 – 15.00
  • Sabtu – Minggu & hari Libur Nasional   :   Tutup

Copy: https://gudeg.net

www.hilmitour-wisata.com